Gunung Merapi merupakan salah satu gunung api paling aktif di dunia yang memiliki peran sentral dalam ekosistem dan budaya masyarakat Yogyakarta. Erupsi yang terjadi secara periodik memang membawa kesuburan bagi tanah di sekitarnya, namun di sisi lain juga meninggalkan luka berupa lahan-lahan yang gundul dan rusak akibat terjangan awan panas atau lahar dingin. Menanggapi kondisi tersebut, muncul sebuah inisiatif mulia untuk Hijaukan Merapi yang diinisiasi oleh para penggemar motor besar di wilayah Yogyakarta. Gerakan ini bertujuan untuk mempercepat pemulihan kawasan sabuk hijau gunung agar fungsi resapan air dan perlindungan tanah tetap terjaga.
Program ini merupakan sebuah Langkah Nyata yang melampaui sekadar retorika lingkungan di media sosial. Para anggota komunitas secara kolektif mengumpulkan dana dan sumber daya untuk menyediakan ribuan bibit pohon yang sesuai dengan karakteristik tanah vulkanik, seperti pohon puspa, dadap, dan beringin. Kegiatan ini dilakukan secara rutin di lereng-lereng yang mulai kehilangan vegetasinya. Melalui kerja sama dengan Balai Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM), penentuan lokasi penanaman dilakukan secara strategis agar pohon-pohon tersebut memiliki kesempatan hidup yang tinggi meskipun di tengah cuaca yang ekstrem.
Peran HDCI Yogyakarta dalam kegiatan ini juga mencakup mobilisasi massa dan logistik. Motor-motor besar yang tangguh digunakan untuk menjangkau titik-titik yang sulit diakses oleh kendaraan standar, membawa perlengkapan tanam dan pupuk organik ke lokasi sasaran. Kehadiran para rider ini menarik perhatian masyarakat luas, memberikan pesan bahwa kepedulian terhadap bumi adalah tanggung jawab setiap warga negara, tanpa memandang status sosial atau hobi. Sinergi antara komunitas hobi dan masyarakat desa hutan menciptakan hubungan yang harmonis dalam menjaga kelestarian alam Merapi.
Fokus utama dari kegiatan Reboisasi ini adalah mengembalikan ekosistem yang hancur agar mampu menahan laju erosi yang sering kali memicu bencana lahar dingin saat musim hujan tiba. Tanpa adanya akar-akar pohon yang kuat untuk mengikat tanah, material vulkanik di lereng Merapi akan sangat mudah terbawa air menuju sungai-sungai yang mengalir ke arah kota. Oleh karena itu, penanaman pohon ini bukan hanya tentang estetika hijau, melainkan tentang keamanan dan keselamatan ribuan warga yang tinggal di sepanjang bantaran sungai yang berhulu di Merapi.
